Rabu, 30 April 2014

(BUKAN) masalah


“kalo sekolah, harus siap diuji untuk belajar. Sama kaya jalanin hubungan sama pasangan, harus siap hadepin masalah masalah untuk saling belajar.”- Rangga 


Udah lama gua gak post di blog ini. Sekarang gua lagi jalanin hubungan sama pacar gua yang udah kesekian kalinya putus dan balikan. Tapi sejak gua balikan lagi sama dia, gua janji sama diri gua sendiri buat serius, dan jadiin dia pendamping hidup gua.

Belajar dari kesalahan dan kejadian, gua sekarang mulai berbeda dari gua yang dulu. Yang nilai kalo hidup santai santai aja. Sekarang gua mulai untuk serius nata kehidupan dan semua ini gak pernah lepas dari perempuan gua. Sekarang gua lebih punya tujuan untuk berjuang meski harus mati-matian.

Dia selalu kasih gua semangat untuk terus maju. Dia selalu tuntut gua untuk tetep maju. Semakin hari, gua semakin yakin sama dia, sama pilihan gua. Dia bukan Cuma seorang pacar atau calon istri buat gua, tapi dia lebih dari hidup gua. Dia kehidupan gua, kebahagiaan gua, kesedihan gua, dan segalanya buat gua.

Gua kenal dia emang belum separuh umur gua, tapi gua kenal dia sejak gua kenal siapa diri gua. Tapi dia udah kasih banyak banget pelajaran hidup buat gua. Mulai dari cara untuk sabar, cara untuk konsisten sama pilihan, sampai cara untuk setia sama satu cinta.

Dari dia gua belajar, kalo hidup itu gak akan pernah nunggu kita udah siap atau belum jalanin hidup ini, tapi gua sendiri yang harus siap untuk jalanin semuanya. Cara untuk siap itu ya cuman satu, yaitu belajar.

Kisah gua sama dia gak melulu bahagia, gak melulu seindah pelangi, dan gak melulu mulus. Tapi terjal, terjal banget. Tapi gak melulu juga selalu terjal. Hidup itu kayak roda, ada kalnya bagian roda itu ada diatas, dan ada kalanya juga dibawah, tapi bagian itu bagian dari roda yang terus berputar. Roda juga gak selamanyakan muter dijalanan yang mulus dan lancar. Banyak jalan yang berkerikil tajam, bahkan batu besar yang bisa mengguncang roda.

Tapi kerikil dan batu besar itu gak akan membuat roda lebih rendah dari kerikil atau batunya, tapi lebih tinggi dari kerikil dan batunya. Sama kayak masalah, masalah itu kalo kita bener-bener laluinnya dengan terus berjalan maju gak akan pernah buat kita jatuh, malah dengan masalah kita bisa lebih cepat untuk maju karena sesungguhnya masalah itu di ciptain bukan utnuk menjatuhka kita, tapi untuk meninggikan kita.

Gua tau, jalan gua masih panjang dan teramat jauh, tapi gua jalan jauh bukan gak ada tujuannya. Adanya dia dihidup gua adalah tujuan hidup yang harus gua capai.

Gak peduli sebasah samudera jalannya, atau sepanas bara api. Jalan ya tetep jalan diciptain buat di hadepin bukan malah cari jalan pintas. Mungkin ada jalan pintas, tapi jalan pintas bukan jalan terbaik untuk sampai di tujuan. Sebab Tuhan menilai prosesnya bukan hasil.

Mungkin sekarang dia masih penuh kekurangannya, tapi itu (BUKAN) masalah. seperti yang dia lakuin ke gua, gua gak harus cari yang lain yang lebih instan. Tapi gua harus pegang tangan dia, dan maju bersama, menapaki panasnya bara api dan menerjang ombak ganas samudera nan luas, sampai akhirnya kita bisa duduk berdua ditemani secangkir susu panas, sambil mengulam senyum bahagia akan kesuksesan, diteras kehidupan.

Dan sampai akhirnya kita menutup hari dan memulai kenyataan yang lebih bahagia di dunia idea tanpa batas. Dan melakukan hal yang dulunya tak mungkin kita lakukan, seperti mencatatkan nama gua dan nama dia dengan pelangi ditengah malam.


Wanita itu bernama Ulpah Fauziah. 


gua mohon doa, agar kami segera dipertemuka dalam tali kasih Tuhan yang disebut pernikahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar