“kalo sekolah,
harus siap diuji untuk belajar. Sama kaya jalanin hubungan sama pasangan, harus
siap hadepin masalah masalah untuk saling belajar.”- Rangga
Udah lama gua gak
post di blog ini. Sekarang gua lagi jalanin hubungan sama pacar gua yang udah
kesekian kalinya putus dan balikan. Tapi sejak gua balikan lagi sama dia, gua
janji sama diri gua sendiri buat serius, dan jadiin dia pendamping hidup gua.
Belajar dari
kesalahan dan kejadian, gua sekarang mulai berbeda dari gua yang dulu. Yang nilai
kalo hidup santai santai aja. Sekarang gua mulai untuk serius nata kehidupan
dan semua ini gak pernah lepas dari perempuan gua. Sekarang gua lebih punya
tujuan untuk berjuang meski harus mati-matian.
Dia selalu kasih
gua semangat untuk terus maju. Dia selalu tuntut gua untuk tetep maju. Semakin hari,
gua semakin yakin sama dia, sama pilihan gua. Dia bukan Cuma seorang pacar atau
calon istri buat gua, tapi dia lebih dari hidup gua. Dia kehidupan gua,
kebahagiaan gua, kesedihan gua, dan segalanya buat gua.
Gua kenal dia
emang belum separuh umur gua, tapi gua kenal dia sejak gua kenal siapa diri
gua. Tapi dia udah kasih banyak banget pelajaran hidup buat gua. Mulai dari
cara untuk sabar, cara untuk konsisten sama pilihan, sampai cara untuk setia
sama satu cinta.
Dari dia gua
belajar, kalo hidup itu gak akan pernah nunggu kita udah siap atau belum
jalanin hidup ini, tapi gua sendiri yang harus siap untuk jalanin semuanya. Cara
untuk siap itu ya cuman satu, yaitu belajar.
Kisah gua sama dia
gak melulu bahagia, gak melulu seindah pelangi, dan gak melulu mulus. Tapi terjal,
terjal banget. Tapi gak melulu juga selalu terjal. Hidup itu kayak roda, ada
kalnya bagian roda itu ada diatas, dan ada kalanya juga dibawah, tapi bagian
itu bagian dari roda yang terus berputar. Roda juga gak selamanyakan muter
dijalanan yang mulus dan lancar. Banyak jalan yang berkerikil tajam, bahkan
batu besar yang bisa mengguncang roda.
Tapi kerikil dan
batu besar itu gak akan membuat roda lebih rendah dari kerikil atau batunya,
tapi lebih tinggi dari kerikil dan batunya. Sama kayak masalah, masalah itu
kalo kita bener-bener laluinnya dengan terus berjalan maju gak akan pernah buat
kita jatuh, malah dengan masalah kita bisa lebih cepat untuk maju karena
sesungguhnya masalah itu di ciptain bukan utnuk menjatuhka kita, tapi untuk
meninggikan kita.
Gua tau, jalan gua
masih panjang dan teramat jauh, tapi gua jalan jauh bukan gak ada tujuannya. Adanya
dia dihidup gua adalah tujuan hidup yang harus gua capai.
Gak peduli sebasah
samudera jalannya, atau sepanas bara api. Jalan ya tetep jalan diciptain buat
di hadepin bukan malah cari jalan pintas. Mungkin ada jalan pintas, tapi jalan
pintas bukan jalan terbaik untuk sampai di tujuan. Sebab Tuhan menilai
prosesnya bukan hasil.
Mungkin sekarang
dia masih penuh kekurangannya, tapi itu (BUKAN) masalah. seperti yang dia lakuin ke gua, gua gak
harus cari yang lain yang lebih instan. Tapi gua harus pegang tangan dia, dan
maju bersama, menapaki panasnya bara api dan menerjang ombak ganas samudera nan
luas, sampai akhirnya kita bisa duduk berdua ditemani secangkir susu panas,
sambil mengulam senyum bahagia akan kesuksesan, diteras kehidupan.
Dan sampai
akhirnya kita menutup hari dan memulai kenyataan yang lebih bahagia di dunia
idea tanpa batas. Dan melakukan hal yang dulunya tak mungkin kita lakukan,
seperti mencatatkan nama gua dan nama dia dengan pelangi ditengah malam.
Wanita itu bernama
Ulpah Fauziah.
gua mohon doa, agar kami segera dipertemuka dalam tali kasih Tuhan yang disebut
pernikahan.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar